Remunerasi PNS 2014

Remunerasi PNS TNI POLRI & Tunjangan Kinerja

Uji Kompetensi Awal Untuk Kualitas Guru

 Uji Kompetensi Awal Untuk Kualitas GuruMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan, uji kompetensi awal yang wajib diikuti oleh para guru dalam proses sertifikasi bukanlah untuk mempersulit guru. Akan tetapi, memastikan peserta didik tidak diajar oleh guru-guru yang tidak kompeten.

“Dokter yang tidak professional saja akan menyebabkan malpraktik. Kalau guru tidak profesional akan terjadi malmengajar. Akibatnya,  yang mati adalah akal dan hati dari sang anak. Sepanjang hidup dari sang anak itu menjadi persoalan,” terang Nuh di Jakarta, Kamis (23/2).

Dijelaskan, sebelum masuk proses sertifikasi memang harus dilakukan uji kompetensi awal untuk memastikan profesionalitas guru. Upaya ini dilakukan untuk mengetahui secara persis guru yang akan mendapatkan sertifikasi. Yakni, dilihat dari kompetensi dasarnya apakah sudah memenuhi syarat sebagai tanggung jawab profesi.

“Kita ingin memastikan dengan uji kompetensi awal. Nantinya di dalam proses  Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) itu, kita bisa melakukan secara efektif karena sudah tahu petanya,” katanya.

Mendikbud melanjutkan, dari peta tersebut dapat dilihat kelebihan dan kelemahan para guru untuk dilakukan perbaikan. Bagi guru yang tidak lulus diberikan pendampingan dan pelatihan untuk perbaikan kompetensi guru. “Dengan uji kompetensi ini kita tahu persis peta kemampuan dari sang guru tidak hanya di tingkat kabupaten kota, tetapi secara nasional,” ujar Nuh.

Lebih jauh mantan Rektor ITS ini menambahkan, dengan adanya sertifikasi guru secara nasional, biaya yang dikeluarkan oleh negara hampir mencapai Rp 160 triliun dan setiap tahunnya bertambah Rp 15 triliun. Tunjangan profesi yang diberikan tidak sebatas bagi guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) tetapi juga non PNS.

“Tidak apa-apa dibayar mahal asal kualitasnya bagus karena kita punya tanggung jawab. Jangan sampai gaji dinaikkan, tetapi tidak diikuti dengan kualitas,” pungkasnya

Sumber : JPNN

Incoming search terms:

Updated: February 23, 2012 — 23:54

The Author

Remunerasi PNS

Terima Kasih anda telah mengunjungi situs RemunerasiPNS.Com. Kami akan selalu memberikan informasi terbaru mengenai remunerasi, tunjangan kinerja, penerimaan cpns, sekolah kedinasan, guru, perawat, TNI, POLRI, beasiswa, dll

6 Comments

Add a Comment
  1. menyambut baik program tes awal bagi gru dalam uji kompetensi, tapi disayangkan pernyataan bapak menteri
    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan, uji kompetensi awal yang wajib diikuti oleh para guru dalam proses sertifikasi bukanlah untuk mempersulit guru. Akan tetapi, memastikan peserta didik tidak diajar oleh guru-guru yang tidak kompeten.
    perjuangan guru di daerah pelosok sampai kota cukup luar biasa, tetapi bapak menaruh ketidakpercayaan terhadap guru, kalau pendapat saya berikanlah latihan secara berkala pada guru melalui diklat yang dulu dikanl panataran guru, sehingga mereka siap, tidak sperti sekarang guru yang akan di tes awal merasa resah dan gelisah…..saya sebagai bagian dari guru merasa kasihan pada mereka yang mau sertifikasi sekarang mengalami kesulitan tidak seperti generasi sebelumnya…..yang melenggang dengan mudahnya. Saya yakin banyak guru pesimis karena mereka jarang dilatih, informasi perkembangan teori pendidikan sulit mereka dpatkan karena belum pernh pelatihan. coba bayangkan masih banyak guru yang sejak diangkat sampai sekarang belum pernah mengikuti pelatihan/diklat. apa jadinya, mohon jadi pertimbangan para pengambil kebijakan. terimakasih.

  2. KISAH PELUH KELUH KESAH

    Yang berkompeten diatas tolong turun kebawah biar tau realita yang sebenarnya. jangan melihat dari jakarta, contoh sekolah Dasar saja lokasinya berbeda-beda, ada yang di ibu kota, perkotaan, pedesaan dan PEDALAMAN atau terpencil. Apakah bapak pernah menyamakan antara SD perkotaan dengan SD terpencil ATAU pernah membedakan antara SD perkotaan dengan SD terpencil.

    Dalam Ujian Nasional antara SD terpencil dengan SD ibu kota dengan bobot sosal yang sama, apaini tidak ironis, SD Perkotaan dengan fasilitas sarana dan prasarana semua tercukupi sedangkan SD Desa atau SD terpencil dengan berbagai kesederhanaan harus disamakan dengan Sd perkotaan.

    Belum lagi kalu mau melihat secara cermat dan tidak hanya berdasarka laporan semata tentang keberadaan guru yang berada di daerah terpencil. berangkat lebih awal dengan harus berjalan kaki, belum lagi menghadapi siswa yang tanpa sekali ada kepedulian dari orang tua, siswa yang mogok tidak mau masuk sekolah, siswa yang membantu orang tuanya di rumah, siswa yang mau dinikahkan DLLL masih banyak lagi kasus yang harus dihadapi guru di SD terpencil. itu harus menjalankan tugas secara adninistrasi yang sama dengan guru di SD perkotaan. kalau Kementrian DIKBUD cermat seharusnya ada perlakuan khusus untuk SD TERPENCIL 1). harus ada tungan untuk Guru SD terpencil dengan nominal profesinal yang memadai. 2). Kenaikan pangkat secara otomatis. 3). Tunjangan sertifikasi secara otomatis. itulaj kesah keluh yang belum tercaver oleh petinggi pendidikan yang selalu menggampangkan setiap masalah. Semoga para yang berwenang mau dan mampu mengganti kacamata agar dapat melihat realita yang dibawah, Terimakasih

  3. sertifikasi guru boleh saja ada tes kompetensi awal untuk yang baru tetapi bagi yang nilainya kurang harus diberikan pelatihan yang lebih mendalam dalam PLPG tidak difonis tidak lulus dalam sertifikasi sehingga membuat guru-guru resah dan jika initerapkan sungguh tidak adil dibandingkan guru-guru yang lebih dulu. perlu kita ketahui bersama dalam aturan tidak ada menyatakan kuota sertifikasi lewat jalur tes (UKA) shg jika ini diterapkan berarti pemerintah melanggar aturan. seharusnya jika pemerintah ingin konsisten dengan tujuan diterapkannya sertifikasi guru yaitu untuk meningkatkan kompetensi sehingga guru lebih profesional, guru-guru yang telah sertifikasi dan menikmati TPG lima tahun atau lebih harus dikaji ulang lewat tes kembali apakah masih layak utk diberikan TPG.

  4. Buat Bapak Menteri dan Bapak Pejabat, saya sangat sependapat dengan Samin Sastrowidjoyo Diran karena ini yang kami rasakan jadi guru di daerah yang jauh dari kota.Sementara mereka Pejabat tertawa keenakan karena gaji besar,fasitas mewah dan anak disekolahkan di sekolah yang fasilitasnya sarana dan prasarana serba lengkap semua ada. Dan anak mau berangkat sekolah tinggal duduk dalam mobil mewah dengan buku dan peralatan belajar lengkap,uang jajan yang banyak. Bagaimana bisa mau disamakan antara pusat dan daerah apalagi dengan daerah pelosok desa dan daerah terpencil,cobalah berpikir yang jernih. Sekarang coba bayangkan di SD tempat saya mengajar,terkadang saya harus mengajar 3~4 kelas dalam waktu yang bersamaan (kelas 3,4,5,dan 6) dan buku pelajaran untuk anak paling hanya ada 4~5 buah buku dalamtiap kelas. Alat tulis spidol dan penghapus guru harus beli sendiri.Untuk bawa ke rumah anak2 tidak ada buku, dalam arti kata kami mengajar dengan fasilitas serba kurang atau serba minim. Yang seperti ini harus disamakan antara Jakarta dan desa pelosok terpencil. Berpikir…..lah !

  5. Pak Menteri,kalau bisa UKA itu dilakukan bagi guru yang sudah mendapat tunjangan satu bulan gaji pokok,tapi bagi guru yang belum sertifikasi sudah cocok lah hanya PLPG dan selama ini PLPG saja sudah menakutkan bagi guru.karena ada yang harus berpisah dengan keluarganya gara-gara dipanggil PLPG.konon lagi Bapak Menteri menambah peraturan harus ikut ujian UKA sebagai karcis untuk ikut PLPG dan ujian UKA lagi.Bisa diperediksi jika peraturan seperti itu,guru akan melakukan jalan pintas hanya membaca dikelas siswa tidur dikelas,karena Bapak Menteri harus memahami tugas pokok guru begitu banyak permasalahan dilapangan,terlebih-lebih keinginan pimpinan sekolah yang bermacam-macam.kami guru ini sepertinya sebagai bahan percontohan untuk sebuah uji coba.tapi kami ini manusia ciptaan Tuhan yang mulia,mungkin kami sebagai pemgampu gelar Sarjana Pendidikan yang lulus dari PT, tidaklah hanya sekedar membawa ijasah tapi melainkan sesuai dengan profesi kami.Bapak harus mempertimbangkan tugas mulia Pemerintah yang ingin memulai memberikan kesejahteraan bagi guru,terkhususnya propinsi sumatera utara dari jumlah gurunya 250.000 masih sekitar 51.000 guru yang sudah disetifikasi sampai tahun 2011.jadi kami juga bingung melihat kebijakan yang Bapak Menteri buatkan dengan menambah kebijakan UKA ini.kami berpendapat apakah uka ini,ingin mempersulit guru meraih kesejahteraan,padahal selama ini,mungkin menurut kami sudah sejauh mana Pemerintah memperhatikan nasib guru,sudahkah guru diberikan pelatihan/penataran,sudahkah guru memperoleh gaji yang memadai,sudah terdata guru dengan benar jumlahnya,sudahkah data yang diberikan sudah benar kepada publik sesuai pengumuman Badan BPSDMP dan PMP nomor 123441/5/KP/2012 tanggal 16 Maret 2012 yang lulus PLPG tahun 2012 sebanyak 248.733 orang dan pernyataan Pak Mendiknasbud di Koran KOmpas sebayak 249.001 orang,dan begitu juga ketua LPMP SUMUT Pak Bambang winardji jatah sertifikasi SUMUT tahun 2012 bertambah menjadi 23.987 orang.peserta ujian tertanggal 25 februari 2012 sebanyak 23.723 orang dengan rincian 22.824 yang baru + 889 orang yang tidak lulus PLPG tahun 2011.tanggal 29 februari 2012 ujian susulan 617 orang di LPMP SUMUT.jumlah peserta ujian UKA 2012 propinsi SUMUT. 24.340 orang ujar Bambang winarji.namun saat pengumuman peserta uka menjadi 24.618 orang yang lulus menjadi 20.196 orang.bagaimana prosesnya ini kok bisa tidak sesuai jatah yang lulus padahal baru-baru ini Bapak Menteri mengatakan belum ada Standar Kelulusan yang mengatakan peserta UKA dikatakan LULUS atau Tidak LULUS, dan ketetapan mana yang digunakan segingga ada peserta tidak lulus,padahal nilai rata-rata UKA propinsi sumatera hanya 32,72 dan apakah kalau sudah lulus UKA sudah menjamin guru hampir propesioanal,kenapa harus tambah tiket masuk PLPG melalui UKA,apakah tidak cukup usia dan mas kerja mengajar sebagai syarat untuk PLPG, apakah harus diteliti kembali. Bagaimana pengaruh pengalaman mengajar guru dan usianya terhadap keberhasilan mendidik siswa (bisa dikatakan propesional). dan Bagaimana pengaruh hasil UKA guru terhadap keberhasilan mendidik siswa.kalau logika berpikir mungkin dengan fakta-fakta dari buku dan pendapat-pendapat pakar ilmiah pasti tidak perlu diteliti lagi pengarug pengalaman mengajar dan usia terhadap keberhasilan siswa,so pasti itu sudah berhasil.tapi kami ingin Bapak Menteri menegaskan Kepada seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota,Bagaimana Syarat Pencalonan Sertifikasi guru tahun 2012 berdasarkan usia.kami melihat daftar calon sertifikasi guru 2012 di website kemdiknas.sergur pusbangprodik.org.banyak peserta calon sertifikasi yang berumur 25 sampai 32 tahun sudah memiliki masa kerja lebih dari 6 (enam) Tahun padahal umurnya masih muda.kita bisa prediksi belum tamat kuliah calon guru tadi sudah mengajar.Padahal didaerah tersebut masih banyak yang sudah tua dan punya pengalaman mengajar yang sudah tua.hal ini kami lihat dibeberapa kabupaten, seperti serdang bedagai,tebing tinggi, asahan, simalungun,pematang siantar,tanjung balai.lain halnya dengan kabupaten dairi,benar-benar sesuai dengan umurnya,karena daftar peserta calon sertifikasi guru 2012 dikabupaten dairi paling rendah usia 34 Tahun.Ini juga sebagai bahan masukan kepada Bapak Menteri jangan melihat kemampuan guru seperti membeli kucing dalam karung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Remunerasi 2014 & Penerimaan CPNS 2014 © 2014 Frontier Theme
close

site tracking with Asynchronous Google Analytics plugin for Multisite by WordPress Expert at Web Design Jakarta.