Remunerasi PNS 2014

Remunerasi PNS TNI POLRI & Tunjangan Kinerja

OPINI : Mimpi Calon PNS

Opini ini ditulis oleh : Ibrahim Muhammad dan dimuat di Harian Riau Pos

pns OPINI : Mimpi Calon PNSApa yang bakal terjadi kalau seperempat orang Indonesia ternyata adalah PNS? Merujuk hasil sensus penduduk yang mencantumkan orang Indonesia berusia di atas 17 tahun pada 2009 tercatat 120 juta orang (BPS, 2010) bukankah itu artinya jumlah PNS Indonesia kurang lebih 30 juta manusia, lalu apa jadinya?

Begitu menggebu-gebunya hasrat manusia Indonesia jadi PNS, paling tidak terungkapkan dari pernyataan anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat, Abdul Gaffar Patappe yang dirilis Riau Pos (28/10/2011) bahwa 80 persen honorer yang diusulkan jadi CPNS disinyalir titipan pejabat.

Maksudnya, tentu jalan tol untuk diangkat sebagai PNS bukan lagi hanya main duit (telah jadi rahasia umum namun mustahil dibuktikan, kecuali bila korban mengadu ke polisi, media serta lembaga hukum karena merasa dirugikan) akan tetapi sudah main memo, surat sakti dan tanda tangan terang-terangan pejabat.

Seberapa banyak tenaga honorer yang kini pasang ancang-ancang agar diterima sebagai CPNS lalu jadi PNS? Menurut Kabag Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat, setakat ini jumlah honorer sudah mencapai jutaan orang, Tumpak memang tak merinci angka pastinya, tapi sebutan angka jutaan itu telah sangat-sangat menakutkan dan mengerikan.

Lazimnya, tampil sebagai honorer telah merupakan langkah awal dari mimpi muluk jadi PNS. Setiap honorer berambisi setengah mati melanjutkan sebagai CPNS lalu PNS dan untuk itu mereka siap berjuang habis-habisan termasuk berjuang dengan demo menuntut pengangkatan.

Anehnya PNS yang pensiun jumlahnya tak seberapa, sementara PNS yang diterima setiap tahun akan terus menambah kegemukan bobot aparatur.

Makin lebih celaka kalau hati kecil mereka yang berniat jadi PNS itu konon alasannya ketimbang menganggur sebab pekerjaan lain tak ada.

Bahkan yang paling celaka kalau niatnya agar bisa korupsi, sebab peluang korupsi bagi PNS sangat besar. Beda sekali dengan karyawan swasta, kalau mereka nekad korupsi tentulah diburu-buru buser serta dibenamkan masuk penjara.

Kembali pada pertanyaan di atas, apa yang terjadi kalau seperempat penduduk Indonesia ternyata adalah PNS? Jawabnya yang paling mudah; negara pasti bangkrut dan masyarakat miskin bertambah-tambah? Kenapa?

Nah, pertama, karena PNS itu gaji mereka bersumber dari APBN/APBD dan data terbaru ICW (Indonesian Corruption Watch) merilis sejumlah daerah di Indonesia 80 persen APBD-nya justru terkuras buat membayar gaji PNS.

Berarti, hanya 20 persen yang dialokasikan untuk membangun infrastruktur, membantu nelayan, petani, industri kecil, bukankah pemiskinan rakyat sistematik ini namanya?

Apalagi kalau porsi 80 persen itu masih tak cukup buat membayar gaji PNS, jalan keluarnya adalah membuat Perda-perda retribusi baru yang pastinya menyengsarakan rakyat. Bukan saja menyengsarakan melainkan juga membodohi rakyat dengan iklan-iklan taat pajak yang sangat manis dan indah rupawan.

Kedua, negara pastinya bangkrut total, sebab setiap PNS (apalagi yang berjabatan dan berposisi) selalu menuntut mobil dinas, rumah dinas, kantor dinas plus fasilitas dinas, perjalanan dinas, pendidikan dinas, biaya telepon dinas dan segala macam yang berisiko menguras APBN/APBD.

Kalau mau menghitung untuk memenuhi segalanya itu angkanya jelas ratusan triliunan rupiah. Seperti kata peribahasa, laut sekalipun kalau ditimba terus menerus akan kering, hutan rimba sekalipun kalau dibabat tiap hari akan tandus.

Mencermati kajian pakar manajemen Peter Drucker, salah-salah nanti PNS tidak saja jadi beban APBN/APBD melainkan membuat APBN/APBD tumpul total.

Sebenarnya sudah ada pameo sejak dulu yang menyebutkan, kalau pejabatnya berkumis otomatis jajaran PNS di bawahnya wajib berkumis, kalau tak berkumis langsung dimutasi.

Tapi yang jauh lebih penting bagi rakyat justru kualitas pelayanan dari PNS tersebut. Disebutkan begitu, karena faktanya kualitas pelayanan PNS tak kunjung bermutu walau sudah hampir 15 tahun reformasi. Kalaupun ada warga yang memuji pelayanan PNS, maka yang mengeluh justru beribu-ribu warga lainya.

Keluhan itu boleh jadi akibat ruas jalan rusak parah tak kunjung diperbaiki, atau guru dan dosen yang selalu bolos mengajar, atau gedung sekolah yang dibangun jauh dari kawasan pemukiman sementara transportasi tak ada, atau bertele-telenya pembuatan KTP, paspor, KK, BBNKB, akta nikah, sertifikat tanah dan sebagainya.

Keluhan warga boleh jadi menyangkut penanggulangan air limbah, air bersih, air banjir, lalu-lintas macet, dan padamnya listrik berhari-hari. Mujur saja listrik kini telah sembuh dan tidak lagi sakit-sakitan semenjak Dahlan Iskan diangkat sebagai Dirut PLN. Eh, ternyata Dahlan Iskan bukan seorang PNS, tapi profesional dan kini melejit jadi Menteri Negara BUMN.

Selain itu, makin banyak PNS bermakna juga makin menghambat laju teknologi. Contohnya, suatu urusan pekerjaan yang seharusnya lebih mudah dengan adanya fasilitas teknologi, diperlambat birokrasi PNS yang sengaja diproses dari meja ke meja, dari ruangan ke ruangan.

Bila urusan tersebut ingin digesa cepat sang PNS berdalih hari Sabtu dan hari Ahad itu hari libur, urusan tak mungkin ditindaklanjuti.

Lantas bila diminta nomor telepon atasannya agar bisa bicara langsung, seenaknya dijawab rahasia atau tidak tahu padahal guna telepon untuk melancarkan setiap urusan. Akhirnya, terkonsentrasinya cita-cita untuk jadi PNS bisa juga merusak dunia usaha.

Oleh karena dunia usaha itu harus dilaksanakan sebagai plihan, sungguh-sungguh serius dan bukan sebagai kerja sampingan. Sedangkan PNS kita masuk dalam dunia usaha sebagai kerja sampingan.

Pada skala kecil PNS itu menjual kangkung di pasar sebelum berangkat ke kantor dan pada skala besar PNS itu ikut bermain proyek. Kalau memang ingin masuk dunia usaha kenapa harus gaji PNS, kan berarti bekerja setengah hati.

Tayangan Kick Andy, Jumat (28/10/2011) sebuah stasiun televisi swasta ditampilkan narasumber pemuda jebolan UGM, ITB namun mereka menyimpan ijazah tersebut dan masuk dunia usaha dengan sepenuh hati.

Oleh karena pekerjaan yang dilakukan setengah hati jelas takkan membuahkan hasil. Termasuk berwirausaha.***

Ibrahim Muhammad, Peminat Masalah Sosial Bermastautin di Pekanbaru.

Incoming search terms:

The Author

Remunerasi PNS

Terima Kasih anda telah mengunjungi situs RemunerasiPNS.Com. Kami akan selalu memberikan informasi terbaru mengenai remunerasi, tunjangan kinerja, penerimaan cpns, sekolah kedinasan, guru, perawat, TNI, POLRI, beasiswa, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Remunerasi 2014 & Penerimaan CPNS 2014 © 2014 Frontier Theme
close

site tracking with Asynchronous Google Analytics plugin for Multisite by WordPress Expert at Web Design Jakarta.