Remunerasi PNS 2014

Remunerasi PNS TNI POLRI & Tunjangan Kinerja

Menpan-RB Perintahkan Kepala BKN Jemput Bola

Azwar Abubakar Menpan RB Perintahkan Kepala BKN Jemput BolaMenteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar memerintah kan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk jemput bola ke setiap instansi pemerintah dan pemerintah daerah dalam melakukan analisis jabatan dan analisis beban kerja. Ini dilakukan supaya penghitungan jumlah pegawai di masing-masing instansi dapat diselesaikan sebelum Desember 2011. ’’Hasil penghitungan harus diserahkan ke Menpan-RB dan Kepala BKN paling lambat 31 Desember 2011. Sebelum daerah menyerahkan hasil dimaksud, Menpan dan RB tidak akan memberikan formasi pegawai,’’ kata Azwar, didampingi Sekretaris Kemenpan-RB Tasdik Kinanto, dan Deputi SDM Aparatur Kemenpan-RB Ramli E. Naibaho, dalam kunjungan kerjanya ke BKN, kemarin.

Saat ini sudah ada 12 verifikator yang bertugas menerima hasil penghitungan dari daerah maupun instansi pemerintah pusat Namun, praktiknya, analisis jabatan dan analisis beban kerja yang dilakukan belum sesuai ketentuan Permen PAN No. 26/2011 dan Permen PAN No. 33/2011 tentang Analisa Jabatan dan Analisa Beban Kerja. Dari analisis yang sudah diserahkan, banyak yang dikembalikan lagi. Untuk itulah, pendampingan dalam penghitungan jumlah pegawai itu perlu dilakukan untuk mempercepat proses. Dengan demikian, potret kepegawaian secara nasional dapat diketahui akhir tahun ini. Hal itu sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan Bersama Menpan dan RB, Mendagri, dan Menteri Keuangan tentang Moratorium Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Dalam hal ini, verifikator dari BKN yang saat ini hanya ada 12 orang, harus ditambah sehingga jumlahnya mencapai sekitar 200 orang. ’’Dengan demikian verifikator tidak lagi menunggu di Jakarta, tetapi secara simultan melakukan pendampingan penghitungan dan analisis jabatan serta analisis beban kerja,’’ ujar Azwar . Menteri menekankan, dalam pelaksanaan reformasi birokrasi, tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara biasa. Tapi, harus ada langkah-langkah terobosan. Ditambahkan, kalau hanya menunggu, kemudian melakukan verifikasi di Jakarta, maka disangsikan perintah Peraturan Bersama Tiga Menteri tentang Moratorium CPNS itu bisa diwujudkan sesuai harapan.

Di sinilah perlunya terobosan agar kebijakan pemerintah tentang moratorium CPNS itu dapat benar-benar menjadi titik awal yang baik dalam penataan kepegawaian nasional. Selanjutnya, setelah diketahui daerah mana yang kelebihan pegawai, mana yang kekurangan, akan dengan cepat bisa dilakukan mutasi. Dalam pelaksanaannya, Tim verifikator ini juga harus menetapkan target, kapan selesainya. ’’Kalau perlu dihitung mundur, sehingga akan ketahuan,’’ tandasnya. Kendati demikian, Azwar Abubakar mengakui bahwa praktik di lapangan tentu akan menemui berbagai hambatan. Sebagai contoh, dia menunjuk kasus di beberapa daerah pemekaran, yang tidak mau menerima pegawai dari kabupaten induknya. ’’Daerah itu tetap melakukan rekrutmen pegawai sendiri, tidak mau menerima pegawai dari induknya,’’ tambah Azwar. Menanggapi hal itu, Wakil Kepala BKN Eko Soetrisno mengatakan, pihaknya akan membentuk tim atau semacam satuan tugas untuk mewujudkan arahan Menteri dimaksud

Sumber : Indopost

Incoming search terms:

The Author

Remunerasi PNS

Terima Kasih anda telah mengunjungi situs RemunerasiPNS.Com. Kami akan selalu memberikan informasi terbaru mengenai remunerasi, tunjangan kinerja, penerimaan cpns, sekolah kedinasan, guru, perawat, TNI, POLRI, beasiswa, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Remunerasi 2014 & Penerimaan CPNS 2014 © 2014 Frontier Theme
close

site tracking with Asynchronous Google Analytics plugin for Multisite by WordPress Expert at Web Design Jakarta.